PAI dan BP Kelas VII BAB 4
Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur
Login Murid
Login Guru
Selamat Datang,
Dashboard Guru
Daftar Nilai Murid
| No | Nama | Kelas | Level Tercapai | Benar | Salah | Nilai | Detail |
|---|
Detail Jawaban Murid
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan ketentuan dan tata cara sujud sahwi, tilawah, dan syukur berdasarkan dalil naqlinya.
- Mempraktikkan ketentuan dan tata cara sujud sahwi, tilawah, dan syukur.
- Menumbuhkan sikap tunduk kepada aturan Allah serta sikap rendah hati.
- Menjauhkan diri dari perilaku sombong dan takabur.
- Menjadi insan yang pandai bersyukur.
Materi Pembelajaran
1. Pengertian Sujud
Sujud adalah meletakkan dahi ke tempat sujud (seperti sajadah) dengan tujuh anggota badan menyentuh tempat sujud, yaitu: dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari kaki. Sujud merupakan salah satu rukun dalam salat yang menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah Swt.
Selain sujud yang merupakan bagian dari salat, terdapat juga beberapa jenis sujud lainnya yang dilakukan di luar salat atau di dalam salat karena sebab-sebab tertentu. Jenis-jenis sujud tersebut adalah sujud sahwi, sujud tilawah, dan sujud syukur.
2. Sujud Sahwi
A. Pengertian Sujud Sahwi
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu-ragu dalam pelaksanaan salat. Kata "sahwi" berasal dari kata "sahwun" yang artinya lupa. Sujud sahwi dilakukan untuk menebus kesalahan atau kelupaan dalam salat.
B. Dalil Naqli tentang Sujud Sahwi
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim:
Artinya: "Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila adzan untuk salat dikumandangkan, setan lari sambil kentut sehingga ia tidak mendengar adzan. Apabila adzan telah selesai, ia datang kembali. Apabila iqamah dikumandangkan, ia lari lagi. Apabila iqamah telah selesai, ia datang kembali hingga ia membisikkan ke dalam hati seseorang dengan berkata: Ingatlah ini, ingatlah itu, yang sebelumnya tidak teringat, sehingga orang itu tidak tahu berapa rakaat ia telah salat. Apabila salah seorang di antara kamu tidak tahu berapa rakaat ia telah salat, tiga atau empat rakaat, maka hendaklah ia sujud dua kali dalam keadaan duduk.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
C. Sebab-sebab Sujud Sahwi
- Kelebihan rakaat dalam salat karena lupa.
- Kekurangan rakaat dalam salat karena lupa.
- Lupa melakukan tasyahud awal.
- Lupa melakukan qunut pada salat Subuh (bagi yang melaksanakannya).
- Ragu-ragu tentang jumlah rakaat yang telah dilakukan.
D. Tata Cara Sujud Sahwi
- Sujud sahwi dilakukan setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam.
- Niat melakukan sujud sahwi.
- Takbir kemudian sujud seperti sujud dalam salat.
- Membaca doa sujud sahwi:
سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَ يَسْهُو
Artinya: "Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa."
- Bangun dari sujud dengan takbir.
- Sujud kedua seperti sujud pertama dengan bacaan yang sama.
- Bangun dari sujud dengan takbir.
- Mengucapkan salam.
Catatan: Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam. Kedua pendapat ini sama-sama memiliki dasar yang kuat.
3. Sujud Tilawah
A. Pengertian Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan setelah membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah (ayat-ayat yang dianjurkan untuk sujud ketika membaca atau mendengarnya). Kata "tilawah" berasal dari kata "talaa" yang artinya membaca. Sujud tilawah hukumnya sunnah.
B. Dalil Naqli tentang Sujud Tilawah
Hadis Riwayat Bukhari:
Artinya: "Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: 'Nabi SAW membacakan kepada kami surah yang di dalamnya terdapat ayat sajdah, lalu beliau sujud dan kami pun sujud bersamanya hingga sebagian dari kami tidak mendapatkan tempat untuk meletakkan dahinya.'" (HR. Bukhari)
C. Ayat-ayat Sajdah
Dalam Al-Quran terdapat 15 ayat sajdah, yaitu:
- Q.S. Al-A'raf/7: 206
- Q.S. Ar-Ra'd/13: 15
- Q.S. An-Nahl/16: 49-50
- Q.S. Al-Isra'/17: 109
- Q.S. Maryam/19: 58
- Q.S. Al-Hajj/22: 18
- Q.S. Al-Hajj/22: 77
- Q.S. Al-Furqan/25: 60
- Q.S. An-Naml/27: 25-26
- Q.S. As-Sajdah/32: 15
- Q.S. Shad/38: 24
- Q.S. Fushshilat/41: 37-38
- Q.S. An-Najm/53: 62
- Q.S. Al-Insyiqaq/84: 21
- Q.S. Al-'Alaq/96: 19
D. Tata Cara Sujud Tilawah
- Niat melakukan sujud tilawah.
- Takbir kemudian sujud seperti sujud dalam salat.
- Membaca doa sujud tilawah:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Artinya: "Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, yang membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta."
- Bangun dari sujud dengan takbir.
- Tidak perlu membaca tasyahud dan tidak diakhiri dengan salam.
E. Ketentuan Sujud Tilawah
- Sujud tilawah dilakukan di luar salat maupun di dalam salat.
- Jika dilakukan di dalam salat, maka setelah membaca ayat sajdah, langsung takbir dan sujud, kemudian bangun dan melanjutkan bacaan salat.
- Tidak perlu wudhu jika dilakukan di luar salat menurut sebagian ulama, namun lebih utama jika dalam keadaan suci.
- Tidak menghadap kiblat jika dilakukan di luar salat menurut sebagian ulama, namun lebih utama jika menghadap kiblat.
4. Sujud Syukur
A. Pengertian Sujud Syukur
Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas nikmat yang diperoleh atau terhindar dari bahaya. Sujud syukur hukumnya sunnah.
B. Dalil Naqli tentang Sujud Syukur
Hadis Riwayat Abu Dawud:
Artinya: "Dari Abu Bakrah r.a. bahwasanya Nabi SAW apabila mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau diberi kabar gembira, beliau langsung bersujud sebagai ungkapan syukur kepada Allah Ta'ala." (HR. Abu Dawud)
C. Sebab-sebab Sujud Syukur
- Mendapatkan nikmat yang diinginkan, seperti kelahiran anak, kesembuhan dari penyakit, kelulusan ujian, dll.
- Terhindar dari bahaya atau musibah.
- Melihat orang lain mendapat nikmat.
- Melihat orang yang durhaka mendapat azab.
D. Tata Cara Sujud Syukur
- Niat melakukan sujud syukur.
- Takbir kemudian sujud seperti sujud dalam salat.
- Membaca doa sujud syukur:
سَجَدْتُ لَكَ يَا رَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا، اللَّهُمَّ حُطَّ عَنِّي وِزْرِي، وَاجْعَلْ لِي عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ
Artinya: "Aku bersujud kepada-Mu ya Allah, dengan penuh penghambaan dan kerendahan. Ya Allah, hapuskanlah dosaku, jadikanlah sujudku ini sebagai pahala di sisi-Mu, jadikanlah ia sebagai simpanan bagiku di sisi-Mu, dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau menerima sujud hamba-Mu Dawud."
- Bangun dari sujud dengan takbir.
- Tidak perlu membaca tasyahud dan tidak diakhiri dengan salam.
E. Ketentuan Sujud Syukur
- Sujud syukur dilakukan di luar salat.
- Harus dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar.
- Menghadap kiblat.
- Menutup aurat.
- Dilakukan di tempat yang suci.
5. Perbedaan Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur
| Aspek | Sujud Sahwi | Sujud Tilawah | Sujud Syukur |
|---|---|---|---|
| Pengertian | Sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu-ragu dalam salat | Sujud yang dilakukan setelah membaca atau mendengar ayat sajdah | Sujud yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur |
| Waktu Pelaksanaan | Di dalam salat (sebelum atau sesudah salam) | Di dalam atau di luar salat | Di luar salat |
| Jumlah Sujud | Dua kali sujud | Satu kali sujud | Satu kali sujud |
| Sebab | Lupa atau ragu dalam salat | Membaca atau mendengar ayat sajdah | Mendapat nikmat atau terhindar dari bahaya |
| Hukum | Sunnah muakkad (sangat dianjurkan) | Sunnah | Sunnah |
6. Hikmah Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur
A. Hikmah Sujud Sahwi
- Mengajarkan kita untuk selalu teliti dan fokus dalam beribadah.
- Mengingatkan kita bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan kelupaan.
- Mengajarkan kita untuk segera memperbaiki kesalahan.
- Menumbuhkan sikap rendah hati karena mengakui ketidaksempurnaan.
- Menjauhkan diri dari sifat sombong dan takabur.
B. Hikmah Sujud Tilawah
- Menunjukkan ketaatan kepada Allah Swt.
- Menumbuhkan kekhusyukan dalam membaca dan mendengarkan Al-Quran.
- Menjauhkan diri dari sifat sombong dan takabur.
- Mendekatkan diri kepada Allah Swt.
- Mendapatkan pahala tambahan dari Allah Swt.
C. Hikmah Sujud Syukur
- Mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah Swt. atas nikmat yang diberikan.
- Menumbuhkan sikap selalu bersyukur dalam keadaan apapun.
- Menjauhkan diri dari sifat sombong dan takabur.
- Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt.
- Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah Swt. sesuai janji-Nya dalam Q.S. Ibrahim/14: 7.
7. Penerapan Nilai-nilai Sujud dalam Kehidupan Sehari-hari
A. Nilai Tunduk kepada Aturan Allah
- Menaati perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
- Melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.
- Menjadikan Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman hidup.
- Istiqamah dalam beribadah dan berbuat kebaikan.
B. Nilai Rendah Hati
- Tidak membanggakan diri atas prestasi yang diraih.
- Menghargai pendapat dan karya orang lain.
- Mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.
- Tidak merendahkan orang lain.
- Mau belajar dari siapa saja.
C. Nilai Menjauhkan Diri dari Sifat Sombong dan Takabur
- Tidak merasa lebih baik dari orang lain.
- Tidak menolak kebenaran dari siapa pun.
- Tidak meremehkan orang lain.
- Tidak memamerkan harta, ilmu, atau kedudukan.
- Selalu mengingat bahwa kesuksesan adalah berkat pertolongan Allah Swt.
D. Nilai Pandai Bersyukur
- Mengucapkan alhamdulillah atas nikmat yang diperoleh.
- Menggunakan nikmat untuk kebaikan.
- Berbagi nikmat dengan orang lain.
- Tidak mengeluh atas kekurangan.
- Meningkatkan ibadah sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt.
Evaluasi
Ujian terdiri dari 5 level dengan masing-masing 5 soal. Kerjakan dengan teliti!
Hasil Evaluasi
Selamat , kamu telah menyelesaikan evaluasi!
Level Tercapai
0
Jawaban Benar
0
Jawaban Salah
0
Nilai Akhir
0
Tentang Pembuat
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi
No. WA: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Media pembelajaran ini dibuat untuk membantu siswa kelas VII dalam mempelajari materi PAI dan BP BAB 4 tentang Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur.