PAI dan BP Kelas VII BAB 5
Sejarah Bani Umayyah di Damaskus
Login Murid
Login Guru
Selamat Datang,
Dashboard Guru
Daftar Nilai Murid
| No | Nama | Kelas | Level Tercapai | Benar | Salah | Nilai | Detail |
|---|
Detail Jawaban Murid
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menceritakan sejarah Bani Umayyah di Damaskus (711-755 M) dalam membangun tata kelola berbagai bidang (pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, keagamaan, dan pendidikan).
- Membuat bagan timeline perkembangan peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus.
- Menumbuhkan keyakinan bahwa agama mendorong peradaban.
- Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat membangun negeri.
Materi Pembelajaran
1. Sejarah Berdirinya Bani Umayyah di Damaskus
Bani Umayyah adalah dinasti Islam pertama yang didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 661 M (41 H) setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin. Nama dinasti ini diambil dari nama kakek Muawiyah yaitu Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf, salah satu pemimpin suku Quraisy pada masa jahiliyah.
Berdirinya Dinasti Umayyah berawal dari konflik politik yang terjadi pada masa akhir kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Setelah Perang Shiffin (657 M), terjadi arbitrase (tahkim) antara pihak Ali dan Muawiyah yang berakhir dengan keputusan untuk menurunkan kedua pemimpin tersebut. Namun, Muawiyah tidak menerima keputusan ini dan tetap mengklaim dirinya sebagai gubernur Suriah.
Setelah Ali bin Abi Thalib wafat pada tahun 661 M (40 H) akibat dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam (seorang Khawarij), putranya Hasan bin Ali dibaiat menjadi khalifah. Namun, untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut, Hasan bin Ali melakukan perjanjian damai dengan Muawiyah dan menyerahkan kekuasaan kepadanya dengan beberapa syarat. Peristiwa ini dikenal sebagai 'Am al-Jama'ah (Tahun Persatuan).
Muawiyah kemudian memindahkan pusat pemerintahan Islam dari Kufah (Irak) ke Damaskus (Suriah). Pemindahan ini menandai dimulainya era Dinasti Umayyah dengan Damaskus sebagai ibukotanya. Dinasti ini berkuasa selama kurang lebih 90 tahun (661-750 M) dengan 14 khalifah yang memimpin secara berturut-turut.
2. Khalifah-khalifah Bani Umayyah di Damaskus
| No | Nama Khalifah | Masa Pemerintahan | Pencapaian Penting |
|---|---|---|---|
| 1 | Muawiyah bin Abu Sufyan | 661-680 M | Pendiri Dinasti Umayyah, memperkuat angkatan laut, ekspansi ke Afrika Utara |
| 2 | Yazid bin Muawiyah | 680-683 M | Peristiwa Karbala, pemberontakan Abdullah bin Zubair |
| 3 | Muawiyah II bin Yazid | 683-684 M | Hanya memerintah selama 40 hari, mengundurkan diri |
| 4 | Marwan bin Hakam | 684-685 M | Mengatasi pemberontakan, memperkuat kembali kekuasaan Umayyah |
| 5 | Abdul Malik bin Marwan | 685-705 M | Arabisasi administrasi, pencetakan mata uang Arab, pembangunan Kubah Batu |
| 6 | Al-Walid bin Abdul Malik | 705-715 M | Ekspansi terbesar, pembangunan Masjid Umayyah di Damaskus |
| 7 | Sulaiman bin Abdul Malik | 715-717 M | Pengepungan Konstantinopel, reformasi sosial |
| 8 | Umar bin Abdul Aziz | 717-720 M | Khalifah terbaik Umayyah, reformasi, keadilan, dan kesejahteraan |
| 9 | Yazid II bin Abdul Malik | 720-724 M | Mengatasi pemberontakan, kebijakan ikonoklasme |
| 10 | Hisyam bin Abdul Malik | 724-743 M | Masa kejayaan ekonomi, pertahanan terhadap Bizantium dan Turki |
| 11 | Al-Walid II bin Yazid II | 743-744 M | Gaya hidup mewah, konflik internal |
| 12 | Yazid III bin Al-Walid I | 744 M | Memerintah hanya 6 bulan, reformasi keuangan |
| 13 | Ibrahim bin Al-Walid I | 744 M | Memerintah hanya 2 bulan, digulingkan oleh Marwan II |
| 14 | Marwan II bin Muhammad | 744-750 M | Khalifah terakhir, menghadapi revolusi Abbasiyah |
Muawiyah bin Abu Sufyan (661-680 M)
Muawiyah adalah pendiri Dinasti Umayyah yang dikenal sebagai administrator dan diplomat ulung. Beberapa pencapaian pentingnya:
- Memindahkan pusat pemerintahan dari Kufah ke Damaskus
- Mengubah sistem pemerintahan dari sistem khilafah (pemilihan) menjadi sistem monarki (kerajaan)
- Membangun angkatan laut Islam yang kuat
- Melakukan ekspansi ke wilayah Afrika Utara
- Menciptakan departemen catatan (diwan) dan layanan pos (barid)
Abdul Malik bin Marwan (685-705 M)
Abdul Malik dikenal sebagai khalifah yang melakukan banyak reformasi administratif penting:
- Arabisasi administrasi pemerintahan (mengganti bahasa Yunani dan Persia dengan bahasa Arab)
- Mencetak mata uang Arab (dinar dan dirham) pertama
- Membangun Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem
- Memperluas wilayah kekuasaan Islam hingga ke India di timur dan Spanyol di barat
Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M)
Masa pemerintahan Al-Walid dianggap sebagai puncak kejayaan Dinasti Umayyah:
- Ekspansi terbesar dalam sejarah Islam: ke barat hingga Spanyol (711 M) di bawah komando Tariq bin Ziyad dan ke timur hingga Sindh (India) di bawah komando Muhammad bin Qasim
- Membangun Masjid Umayyah di Damaskus
- Membangun infrastruktur publik: jalan, jembatan, rumah sakit, dan sistem irigasi
- Memberikan tunjangan bagi penyandang disabilitas dan orang sakit
Umar bin Abdul Aziz (717-720 M)
Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai khalifah terbaik Dinasti Umayyah dan sering disebut sebagai Khulafaur Rasyidin kelima:
- Mengembalikan tanah-tanah yang disita secara tidak sah kepada pemiliknya
- Menghapus pajak yang memberatkan non-Muslim yang masuk Islam
- Menghentikan praktek mencela Ali bin Abi Thalib dalam khutbah Jumat
- Hidup sederhana dan menolak kemewahan
- Fokus pada penyebaran Islam melalui dakwah damai, bukan penaklukan militer
- Menciptakan kesejahteraan yang luar biasa hingga sulit menemukan orang yang berhak menerima zakat
3. Timeline Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah
661 M
Muawiyah bin Abu Sufyan mendirikan Dinasti Umayyah dengan Damaskus sebagai ibukota
670 M
Ekspansi ke Afrika Utara, pendirian kota Kairouan di Tunisia
685-705 M
Abdul Malik melakukan arabisasi administrasi dan mencetak mata uang Arab
691 M
Pembangunan Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem selesai
705-715 M
Masa kejayaan di bawah Al-Walid I, ekspansi terbesar ke Spanyol dan India
711 M
Tariq bin Ziyad menaklukkan Spanyol, awal dari 800 tahun peradaban Islam di Andalusia
715 M
Pembangunan Masjid Umayyah di Damaskus selesai
717-720 M
Masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, reformasi dan kesejahteraan
724-743 M
Masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik, stabilitas ekonomi dan pertahanan
750 M
Revolusi Abbasiyah mengakhiri kekuasaan Dinasti Umayyah di Damaskus
4. Tata Kelola Berbagai Bidang pada Masa Bani Umayyah
A. Bidang Pemerintahan
- Mengubah sistem pemerintahan dari sistem khilafah (pemilihan) menjadi sistem monarki (kerajaan) yang diwariskan secara turun-temurun
- Membentuk departemen-departemen pemerintahan (diwan):
- Diwan al-Jund (Departemen Militer)
- Diwan al-Kharaj (Departemen Perpajakan)
- Diwan al-Rasa'il (Departemen Administrasi)
- Diwan al-Khatam (Departemen Stempel Negara)
- Diwan al-Barid (Departemen Pos)
- Membagi wilayah kekuasaan menjadi 5 provinsi besar: Hijaz, Mesir, Suriah, Irak, dan Persia
- Mengangkat gubernur (wali) untuk setiap provinsi yang bertanggung jawab langsung kepada khalifah
- Memisahkan kekuasaan eksekutif, yudikatif, dan militer
B. Bidang Hukum
- Membentuk lembaga peradilan (qadhi) yang independen dari kekuasaan eksekutif
- Mengangkat hakim agung (qadhi al-qudhah) yang mengawasi para hakim di seluruh wilayah
- Mengembangkan sistem hukum Islam dengan menggabungkan hukum Islam dengan adat istiadat lokal yang tidak bertentangan dengan syariat
- Mulai terbentuknya mazhab-mazhab fiqih
- Memberikan kebebasan beragama kepada non-Muslim dengan status dzimmi (warga negara yang dilindungi) dengan kewajiban membayar jizyah (pajak perlindungan)
C. Bidang Sosial
- Membangun infrastruktur publik: jalan, jembatan, rumah sakit, dan sistem irigasi
- Memberikan tunjangan bagi penyandang disabilitas, orang sakit, dan lansia
- Mendirikan rumah-rumah penampungan untuk anak yatim dan fakir miskin
- Membangun kota-kota baru seperti Kairouan di Tunisia dan Wasit di Irak
- Menciptakan sistem pos (barid) untuk komunikasi dan transportasi
- Pada masa Umar bin Abdul Aziz, tingkat kesejahteraan sangat tinggi hingga sulit menemukan orang yang berhak menerima zakat
D. Bidang Ekonomi
- Mencetak mata uang Arab (dinar emas dan dirham perak) pertama pada masa Abdul Malik bin Marwan
- Mengembangkan sistem perpajakan yang terorganisir:
- Kharaj (pajak tanah)
- Jizyah (pajak perlindungan bagi non-Muslim)
- Usyur (pajak perdagangan)
- Zakat (pajak wajib bagi Muslim)
- Membangun dan mengembangkan pelabuhan-pelabuhan untuk perdagangan internasional
- Mengembangkan pertanian dengan membangun sistem irigasi dan kanal
- Menggalakkan perdagangan internasional dengan Cina, India, dan Eropa
- Mengembangkan industri kerajinan: tekstil, keramik, kaca, dan logam
E. Bidang Keagamaan
- Membangun masjid-masjid megah seperti Masjid Umayyah di Damaskus dan Kubah Batu di Yerusalem
- Memperbaiki dan memperluas Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah
- Mendukung perkembangan ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, dan fiqih
- Mengumpulkan dan menyusun hadis-hadis Nabi Muhammad SAW
- Mengirim dai-dai ke berbagai wilayah untuk menyebarkan Islam
- Pada masa Umar bin Abdul Aziz, fokus pada penyebaran Islam melalui dakwah damai, bukan penaklukan militer
F. Bidang Pendidikan
- Mendirikan lembaga pendidikan formal pertama dalam Islam
- Mengembangkan masjid sebagai pusat pendidikan dan pengajaran
- Mendirikan perpustakaan-perpustakaan
- Menerjemahkan karya-karya ilmiah dari Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab
- Mengembangkan ilmu-ilmu baru seperti kedokteran, astronomi, matematika, dan kimia
- Mendukung perkembangan seni dan sastra Arab
- Mengembangkan kaligrafi Arab sebagai bentuk seni Islam
G. Bidang Militer
- Membangun angkatan laut Islam yang kuat pada masa Muawiyah
- Melakukan ekspansi ke berbagai wilayah:
- Ke barat: Afrika Utara dan Spanyol
- Ke timur: Asia Tengah dan India
- Ke utara: Anatolia (Turki)
- Membangun benteng-benteng pertahanan di perbatasan
- Mengorganisir tentara profesional dengan gaji tetap
- Mengembangkan strategi dan taktik perang baru
- Menciptakan sistem pos militer untuk komunikasi cepat
H. Bidang Arsitektur dan Seni
- Membangun bangunan-bangunan monumental:
- Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem
- Masjid Umayyah di Damaskus
- Istana Mshatta di Yordania
- Istana Khirbat al-Mafjar di Palestina
- Mengembangkan gaya arsitektur Islam yang khas dengan menggabungkan unsur-unsur Arab, Bizantium, dan Persia
- Mengembangkan seni mosaik dan kaligrafi
- Menciptakan seni dekorasi geometris dan floral (arabesque)
- Mengembangkan seni musik dan puisi Arab
5. Faktor-faktor Kemajuan Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah
- Stabilitas Politik: Meskipun ada konflik internal, secara umum Dinasti Umayyah berhasil menciptakan stabilitas politik yang memungkinkan pembangunan dan pengembangan berbagai bidang.
- Ekspansi Wilayah: Perluasan wilayah kekuasaan membawa sumber daya baru dan memperkenalkan Islam dengan berbagai peradaban maju seperti Persia, Bizantium, dan India.
- Sistem Administrasi yang Efisien: Pengembangan sistem administrasi yang terorganisir dengan departemen-departemen khusus memungkinkan pengelolaan negara yang lebih efektif.
- Toleransi Beragama: Kebijakan toleransi terhadap non-Muslim memungkinkan integrasi ilmu pengetahuan dan budaya dari berbagai peradaban.
- Dukungan terhadap Ilmu Pengetahuan: Para khalifah mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya.
- Perdagangan Internasional: Jaringan perdagangan yang luas memfasilitasi pertukaran ide, teknologi, dan budaya.
- Penggunaan Bahasa Arab: Arabisasi administrasi menyatukan berbagai wilayah dengan bahasa yang sama dan memudahkan penyebaran ilmu pengetahuan.
6. Faktor-faktor Kemunduran dan Keruntuhan Bani Umayyah
- Konflik Internal: Perebutan kekuasaan di antara anggota keluarga Umayyah, terutama setelah masa Hisyam bin Abdul Malik.
- Ketidakpuasan Masyarakat: Kebijakan yang diskriminatif terhadap mawali (Muslim non-Arab) yang mendapat perlakuan tidak setara dengan Muslim Arab.
- Fanatisme Kesukuan: Konflik antara suku Arab utara (Qays) dan Arab selatan (Yaman) yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
- Gaya Hidup Mewah: Sebagian besar khalifah (kecuali Umar bin Abdul Aziz) hidup dalam kemewahan yang bertentangan dengan kesederhanaan Islam.
- Gerakan Oposisi: Munculnya berbagai gerakan oposisi seperti Syiah, Khawarij, dan gerakan-gerakan sosial lainnya.
- Propaganda Abbasiyah: Gerakan rahasia Abbasiyah yang berhasil mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok yang tidak puas, terutama dari Persia.
- Wilayah yang Terlalu Luas: Kesulitan dalam mengelola wilayah kekuasaan yang sangat luas dengan komunikasi dan transportasi yang terbatas.
7. Hikmah dan Pelajaran dari Sejarah Bani Umayyah
- Agama Mendorong Peradaban: Sejarah Bani Umayyah menunjukkan bahwa Islam tidak hanya agama ritual, tetapi juga mendorong pembangunan peradaban dalam berbagai bidang: ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, ekonomi, dan lainnya.
- Pentingnya Kepemimpinan yang Adil: Perbedaan signifikan antara masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz yang adil dengan khalifah lainnya menunjukkan pentingnya keadilan dalam kepemimpinan.
- Toleransi dan Inklusivitas: Kemajuan peradaban Islam terjadi ketika ada toleransi dan inklusivitas terhadap berbagai budaya dan agama.
- Bahaya Fanatisme: Fanatisme kesukuan dan diskriminasi menjadi salah satu faktor kemunduran Dinasti Umayyah.
- Pentingnya Kesederhanaan: Gaya hidup mewah para penguasa berkontribusi pada kemunduran moral dan politik.
- Semangat Membangun Negeri: Prestasi Bani Umayyah dalam membangun infrastruktur, sistem administrasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan menunjukkan pentingnya semangat membangun negeri.
- Cinta Tanah Air: Kebanggaan terhadap pencapaian peradaban Islam dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.
8. Relevansi Sejarah Bani Umayyah dengan Konteks Kekinian
- Sistem Pemerintahan: Pengalaman Bani Umayyah dalam mengembangkan sistem administrasi yang efisien dapat menjadi pelajaran dalam tata kelola pemerintahan modern.
- Toleransi Beragama: Kebijakan toleransi beragama pada masa Bani Umayyah relevan dengan upaya membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
- Pengembangan Ilmu Pengetahuan: Semangat menuntut ilmu dan mengembangkan pengetahuan pada masa Bani Umayyah dapat menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berinovasi.
- Pembangunan Infrastruktur: Fokus Bani Umayyah pada pembangunan infrastruktur publik relevan dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini.
- Kesejahteraan Sosial: Kebijakan kesejahteraan sosial pada masa Umar bin Abdul Aziz dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan sistem jaminan sosial.
- Diplomasi Internasional: Kemampuan diplomasi Bani Umayyah dalam menjalin hubungan dengan berbagai negara dapat menjadi pelajaran dalam hubungan internasional.
- Ekonomi dan Perdagangan: Pengembangan sistem ekonomi dan perdagangan pada masa Bani Umayyah dapat memberikan wawasan dalam pengembangan ekonomi syariah dan perdagangan global.
Evaluasi
Ujian terdiri dari 5 level dengan masing-masing 5 soal. Kerjakan dengan teliti!
Hasil Evaluasi
Selamat , kamu telah menyelesaikan evaluasi!
Level Tercapai
0
Jawaban Benar
0
Jawaban Salah
0
Nilai Akhir
0
Tentang Pembuat
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi
No. WA: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Media pembelajaran ini dibuat untuk membantu siswa kelas VII dalam mempelajari materi PAI dan BP BAB 5 tentang Sejarah Bani Umayyah di Damaskus.