PAI dan BP Kelas VIII BAB 6
Tujuan Pembelajaran
- Membaca, menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 sesuai kaidah tajwid, khususnya hukum bacaan nun sukun / tanwin dan mim sukun, dengan benar, hadis tentang sikap moderat dalam beragama dengan lancar serta terbiasa menghafalkan al-Quran.
- Menjelaskan kandungan Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang sikap moderat dalam beragama dengan benar serta meyakini kebenaran Islam sebagai agama yang mengajarkan sikap moderat.
- Menyelesaikan persoalan hubungan intern dan antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari dengan baik serta dapat menjalankan agama secara moderat dalam kehidupan sehari-hari.
- Menulis Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang sikap moderat dengan benar.
Materi Pembelajaran
1. Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hukum Tajwid
Ayat dan Terjemahan
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." (Q.S. al-Baqarah/2:143)
Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin
Dalam Q.S. al-Baqarah/2:143 terdapat beberapa hukum bacaan nun sukun/tanwin:
1. Idzhar (Jelas)
Terjadi jika nun sukun/tanwin bertemu huruf idzhar (ء ه ع ح غ خ)
2. Ikhfa (Samar)
Terjadi jika nun sukun/tanwin bertemu huruf ikhfa (ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك)
3. Idgham (Lebur)
Terjadi jika nun sukun/tanwin bertemu huruf idgham (ي ن م و ل ر)
4. Iqlab (Menukar)
Terjadi jika nun sukun/tanwin bertemu huruf ba (ب)
*Tidak terdapat contoh iqlab dalam ayat ini
Hukum Bacaan Mim Sukun
Dalam Q.S. al-Baqarah/2:143 juga terdapat hukum bacaan mim sukun:
1. Idgham Mimi
Terjadi jika mim sukun bertemu huruf mim (م)
*Tidak terdapat contoh idgham mimi dalam ayat ini
2. Ikhfa Syafawi
Terjadi jika mim sukun bertemu huruf ba (ب)
*Tidak terdapat contoh ikhfa syafawi dalam ayat ini
3. Idzhar Syafawi
Terjadi jika mim sukun bertemu selain huruf mim dan ba
2. Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama
Hadis dan Terjemahan
"Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan (moderat)." (HR. Baihaqi)
"Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan ada orang yang berlebih-lebihan dalam agama kecuali ia akan dikalahkan oleh agama itu sendiri. Maka berlakulah lurus, berlakulah sederhana, berilah kabar gembira." (HR. Bukhari)
Penjelasan Hadis
Hadis-hadis di atas mengajarkan tentang pentingnya sikap moderat (wasathiyah) dalam beragama. Islam mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan (ghuluw) dalam menjalankan agama, namun juga tidak meremehkan atau mengabaikan ajaran agama.
Sikap moderat dalam beragama berarti:
- Menjalankan agama dengan seimbang antara urusan dunia dan akhirat
- Tidak ekstrem dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama
- Mengutamakan kemudahan dan menghindari kesulitan yang tidak perlu
- Toleran terhadap perbedaan pendapat dalam masalah-masalah yang bersifat cabang (furu'iyah)
- Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan
Rasulullah SAW sendiri selalu mencontohkan sikap moderat dalam beragama dan mengingatkan para sahabat untuk tidak berlebih-lebihan dalam beribadah hingga mengabaikan hak-hak diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
3. Kandungan Q.S. al-Baqarah/2:143
Konsep Ummatan Wasathan
Q.S. al-Baqarah/2:143 menjelaskan bahwa Allah SWT telah menjadikan umat Islam sebagai "ummatan wasathan" (umat pertengahan atau umat moderat). Kata "wasath" dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, di antaranya:
Adil
Umat Islam adalah umat yang adil, tidak berat sebelah atau memihak secara tidak proporsional.
Terbaik
Posisi tengah adalah posisi terbaik, tidak berlebihan dan tidak pula meremehkan.
Seimbang
Umat Islam menjalankan kehidupan dengan seimbang antara urusan dunia dan akhirat.
Dengan demikian, umat Islam diharapkan menjadi umat yang moderat, adil, dan seimbang dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam beragama, bermasyarakat, dan bernegara.
Peran Umat Islam sebagai Saksi
Ayat ini juga menjelaskan bahwa umat Islam dijadikan sebagai "syuhada 'alan naas" (saksi atas manusia). Ini berarti:
- Umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi umat manusia lainnya
- Umat Islam berperan sebagai penegak keadilan dan kebenaran di tengah masyarakat
- Umat Islam menjadi saksi bahwa para rasul telah menyampaikan risalah mereka kepada umat-umat terdahulu
- Umat Islam menjadi pembawa pesan Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam)
Sementara itu, Rasulullah SAW menjadi saksi atas umat Islam, yang berarti beliau akan menjadi saksi di akhirat bahwa beliau telah menyampaikan risalah Islam kepada umat Islam dengan sempurna.
4. Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari
Implementasi Sikap Moderat dalam Beragama
Sikap moderat dalam beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui:
1. Dalam Ibadah
- Menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan dan tidak memaksakan diri
- Mengutamakan ibadah wajib sebelum ibadah sunnah
- Menjaga keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial
- Menghindari sikap meremehkan ibadah maupun berlebih-lebihan dalam beribadah
2. Dalam Akhlak
- Bersikap lemah lembut dan tidak kasar
- Toleran terhadap perbedaan pendapat
- Mengedepankan dialog daripada konfrontasi
- Menjauhi sikap sombong dan merasa paling benar
- Menghargai keragaman budaya yang tidak bertentangan dengan syariat
3. Dalam Hubungan Sosial
- Menjalin hubungan baik dengan sesama Muslim maupun non-Muslim
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
- Menghormati hak-hak orang lain
- Mengedepankan kemaslahatan bersama
- Menjauhi sikap eksklusif dan tertutup
4. Dalam Pemikiran
- Terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi
- Kritis dalam menerima informasi
- Memahami konteks dalam menafsirkan teks-teks keagamaan
- Menghindari sikap literal dan kaku dalam memahami agama
- Mampu membedakan antara yang pokok dan cabang dalam ajaran agama
Menyelesaikan Persoalan Hubungan Intern dan Antar Umat Beragama
Sikap moderat sangat penting dalam menyelesaikan persoalan hubungan intern dan antar umat beragama:
Hubungan Intern Umat Islam
- Menghormati perbedaan mazhab dan pendapat dalam masalah furu'iyah
- Mengedepankan persamaan daripada perbedaan
- Menghindari sikap mengkafirkan sesama Muslim (takfiri)
- Menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog dan musyawarah
- Menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam
Hubungan Antar Umat Beragama
- Menghormati kebebasan beragama
- Menjalin kerja sama dalam hal-hal yang menjadi kepentingan bersama
- Mengedepankan dialog antar agama
- Menghindari sikap merendahkan agama lain
- Menjaga kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat yang plural
5. Menulis Q.S. al-Baqarah/2:143
Kaidah Penulisan Ayat Al-Quran
Dalam menulis ayat Al-Quran, ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan:
- Menulis dari kanan ke kiri
- Memperhatikan bentuk huruf sesuai posisinya (di awal, tengah, atau akhir kata)
- Memperhatikan tanda baca (harakat, tanwin, sukun, tasydid, dll.)
- Menulis dengan rapi dan jelas
Berikut adalah Q.S. al-Baqarah/2:143 yang dapat dijadikan contoh untuk latihan menulis:
Untuk latihan menulis, siswa dapat menyalin ayat tersebut di buku tulis dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan yang benar.
6. Hikmah dan Pelajaran
Beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang sikap moderat dalam beragama:
- Keistimewaan Umat Islam: Allah SWT telah memberikan keistimewaan kepada umat Islam sebagai umat moderat yang menjadi saksi atas manusia.
- Tanggung Jawab: Keistimewaan tersebut membawa tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi umat manusia lainnya.
- Keseimbangan: Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula meremehkan.
- Kemudahan: Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan pemeluknya.
- Toleransi: Sikap moderat mendorong toleransi terhadap perbedaan pendapat dan keragaman.
- Perdamaian: Moderasi beragama berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan kerukunan dalam masyarakat.
- Perlindungan dari Ekstremisme: Sikap moderat melindungi umat Islam dari jatuh ke dalam ekstremisme dan radikalisme.
Evaluasi Pembelajaran
Ujian ini terdiri dari 25 soal yang dibagi menjadi 5 level. Setiap level berisi 5 pertanyaan. Sistem ujian menggunakan Multistage Adaptive Testing (MSAT), di mana kamu harus berhasil menyelesaikan satu level untuk melanjutkan ke level berikutnya.
Waktu pengerjaan: 60 menit
Selamat mengerjakan dan semoga sukses!
Level 1 - Soal 1/5
Hasil Ujian
Nama:
Kelas:
Level Tertinggi:
Jawaban Benar:
Jawaban Salah:
Nilai:
Dashboard Guru
Daftar Nilai Siswa
| No | Nama | Kelas | Level Tertinggi | Benar | Salah | Nilai | Detail |
|---|