PAI dan BP Kelas VIII BAB 7
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan makna iman kepada Nabi dan Rasul Allah dengan benar serta meyakini bahwa Allah Swt. mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia.
- Memberikan contoh penerapan keteladanan terhadap nabi dan rasul dalam kehidupan generasi digital dengan benar serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan dapat dipercaya.
- Menyusun paparan tentang penerapan sifat-sifat Rasul dalam kehidupan generasi digital serta terbiasa meneladani sifat-sifat nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Pembelajaran
1. Makna Iman kepada Nabi dan Rasul Allah
Pengertian Iman kepada Nabi dan Rasul
Iman kepada Nabi dan Rasul Allah merupakan rukun iman yang keempat. Iman kepada Nabi dan Rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah mengutus para nabi dan rasul sebagai utusan untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Nabi
- Menerima wahyu dari Allah Swt.
- Tidak diwajibkan menyampaikan wahyu kepada umatnya
- Mengikuti syariat nabi sebelumnya
Rasul
- Menerima wahyu dari Allah Swt.
- Diwajibkan menyampaikan wahyu kepada umatnya
- Membawa syariat baru
Beriman kepada Nabi dan Rasul mengandung beberapa konsekuensi, yaitu:
- Meyakini bahwa Allah Swt. telah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing manusia
- Meyakini bahwa para nabi dan rasul adalah manusia pilihan yang memiliki sifat-sifat mulia
- Meyakini bahwa ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul adalah kebenaran dari Allah Swt.
- Meneladani sifat-sifat dan akhlak para nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari
- Meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir (khatamul anbiya')
Dalil Naqli tentang Iman kepada Nabi dan Rasul
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 285:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."
Allah Swt. juga berfirman dalam Q.S. An-Nisa/4: 136:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh."
2. Para Nabi dan Rasul Allah
Jumlah Nabi dan Rasul
Jumlah nabi yang diutus oleh Allah Swt. sangat banyak. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jumlah nabi ada 124.000 orang dan di antaranya terdapat 315 orang rasul. Namun, yang wajib kita ketahui adalah 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
1. Adam AS
Nabi pertama dan manusia pertama yang diciptakan Allah
2. Idris AS
Dikenal sebagai orang pertama yang menulis dengan pena
3. Nuh AS
Pembuat bahtera untuk menyelamatkan umatnya dari banjir besar
4. Hud AS
Diutus kepada kaum 'Ad yang sombong dan ingkar
5. Shaleh AS
Diutus kepada kaum Tsamud dengan mukjizat unta betina
6. Ibrahim AS
Bapak para nabi dan rasul, pembangun Ka'bah
7. Luth AS
Diutus kepada kaum Sodom yang melakukan kemaksiatan
8. Ismail AS
Putra Ibrahim AS, membantu membangun Ka'bah
9. Ishaq AS
Putra kedua Ibrahim AS, ayah dari Ya'qub AS
10. Ya'qub AS
Putra Ishaq AS, ayah dari Yusuf AS
11. Yusuf AS
Putra Ya'qub AS, terkenal dengan ketampanan dan kesabarannya
12. Ayyub AS
Terkenal dengan kesabarannya menghadapi ujian penyakit
13. Syu'aib AS
Diutus kepada penduduk Madyan yang curang dalam berdagang
14. Musa AS
Menerima Kitab Taurat, memimpin Bani Israil keluar dari Mesir
15. Harun AS
Saudara Musa AS yang membantu dalam berdakwah
16. Dzulkifli AS
Terkenal dengan kesabarannya dan menepati janji
17. Daud AS
Menerima Kitab Zabur, raja yang adil dan bijaksana
18. Sulaiman AS
Putra Daud AS, raja yang dapat berbicara dengan hewan
19. Ilyas AS
Diutus kepada kaum yang menyembah berhala Ba'al
20. Ilyasa AS
Penerus dakwah Nabi Ilyas AS
21. Yunus AS
Terkenal dengan kisah ditelan ikan paus
22. Zakaria AS
Ayah dari Yahya AS, penjaga Maryam
23. Yahya AS
Putra Zakaria AS, mendukung dakwah Isa AS
24. Isa AS
Menerima Kitab Injil, lahir tanpa ayah
25. Muhammad SAW
Nabi dan Rasul terakhir, menerima Al-Qur'an
Ulul Azmi
Di antara para rasul, ada lima rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi, yaitu rasul-rasul yang memiliki keteguhan dan kesabaran luar biasa dalam menyampaikan risalah Allah Swt.
Nuh AS
Berdakwah selama 950 tahun dengan sabar menghadapi penolakan kaumnya
Ibrahim AS
Sabar menghadapi ujian dibakar hidup-hidup dan perintah menyembelih putranya
Musa AS
Berani menghadapi Fir'aun dan sabar membimbing Bani Israil
Isa AS
Sabar menghadapi fitnah dan penolakan dari kaumnya
Muhammad SAW
Sabar menghadapi berbagai cobaan dan penyiksaan dalam menyebarkan Islam
3. Sifat-sifat Nabi dan Rasul
Sifat Wajib Nabi dan Rasul
Para nabi dan rasul memiliki empat sifat wajib yang menjadi ciri khas mereka sebagai utusan Allah Swt.:
1. Shiddiq (Jujur)
Para nabi dan rasul selalu berkata dan bertindak jujur dalam segala hal. Mereka tidak pernah berbohong atau berdusta dalam menyampaikan wahyu dari Allah Swt.
Contoh: Nabi Muhammad SAW dikenal dengan julukan Al-Amin (yang dapat dipercaya) sejak sebelum diangkat menjadi rasul karena kejujurannya.
2. Amanah (Dapat Dipercaya)
Para nabi dan rasul selalu menjaga amanah yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak pernah berkhianat atau menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan.
Contoh: Nabi Yusuf AS menjaga amanah sebagai bendaharawan kerajaan Mesir dengan tidak mengambil harta negara untuk kepentingan pribadi.
3. Tabligh (Menyampaikan)
Para nabi dan rasul selalu menyampaikan wahyu dan ajaran Allah Swt. kepada umatnya tanpa mengurangi atau menambahkan.
Contoh: Nabi Muhammad SAW menyampaikan seluruh Al-Qur'an kepada umatnya tanpa menyembunyikan sedikit pun.
4. Fathanah (Cerdas)
Para nabi dan rasul dianugerahi kecerdasan dan kebijaksanaan oleh Allah Swt. untuk dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.
Contoh: Nabi Sulaiman AS dengan kecerdasannya mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dengan adil dan bijaksana.
Sifat Mustahil Nabi dan Rasul
Selain sifat wajib, para nabi dan rasul juga memiliki sifat mustahil, yaitu sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh mereka:
1. Kizib (Dusta)
Para nabi dan rasul mustahil berdusta atau berbohong dalam menyampaikan wahyu dan ajaran Allah Swt.
2. Khianat (Berkhianat)
Para nabi dan rasul mustahil berkhianat atau mengingkari amanah yang diberikan kepada mereka.
3. Kitman (Menyembunyikan)
Para nabi dan rasul mustahil menyembunyikan wahyu atau ajaran yang seharusnya disampaikan kepada umatnya.
4. Baladah (Bodoh)
Para nabi dan rasul mustahil memiliki sifat bodoh atau tidak memahami ajaran yang diwahyukan kepada mereka.
4. Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital
Penerapan Sifat Shiddiq dalam Era Digital
Di era digital yang penuh dengan informasi, sifat jujur sangat penting untuk diterapkan:
Contoh Penerapan:
- Tidak menyebarkan berita hoaks atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya
- Jujur dalam berinteraksi di media sosial, tidak memanipulasi identitas atau fakta
- Mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan dalam berkomunikasi online
- Tidak melakukan plagiarisme atau mengklaim karya orang lain sebagai karya sendiri
- Memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
Dampak Positif:
- Menciptakan lingkungan digital yang sehat dan terpercaya
- Membangun reputasi baik di dunia maya
- Mengurangi penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak pihak
- Menjadi teladan bagi pengguna media sosial lainnya
- Mendapatkan kepercayaan dari orang lain dalam interaksi digital
Penerapan Sifat Amanah dalam Era Digital
Sifat amanah atau dapat dipercaya sangat penting dalam mengelola informasi dan data di era digital:
Contoh Penerapan:
- Menjaga kerahasiaan data dan informasi pribadi orang lain
- Tidak menyalahgunakan akses atau hak istimewa dalam platform digital
- Mengembalikan barang yang dibeli secara online jika tidak sesuai dengan kesepakatan
- Menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat
- Bertanggung jawab atas konten yang dibagikan di media sosial
Dampak Positif:
- Membangun kepercayaan dalam transaksi online
- Menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman
- Melindungi privasi dan keamanan data pengguna
- Mengurangi risiko penipuan dan kejahatan siber
- Menjadi contoh yang baik dalam penggunaan teknologi
Penerapan Sifat Tabligh dalam Era Digital
Sifat tabligh atau menyampaikan dapat diterapkan dalam penyebaran informasi yang bermanfaat di era digital:
Contoh Penerapan:
- Menyebarkan konten positif dan bermanfaat di media sosial
- Berbagi ilmu pengetahuan dan informasi yang akurat
- Menggunakan platform digital untuk dakwah dan edukasi
- Menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang santun dan membangun
- Menjadi jembatan informasi yang baik antara satu pihak dengan pihak lain
Dampak Positif:
- Meningkatkan literasi digital masyarakat
- Menyebarkan nilai-nilai positif di dunia maya
- Menginspirasi orang lain untuk berbuat baik
- Menciptakan konten yang bermanfaat bagi banyak orang
- Membangun komunitas online yang positif dan supportif
Penerapan Sifat Fathanah dalam Era Digital
Sifat fathanah atau cerdas sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital:
Contoh Penerapan:
- Bijak dalam memilih dan memilah informasi di internet
- Menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas
- Berpikir kritis terhadap informasi yang diterima sebelum mempercayai atau membagikannya
- Memanfaatkan platform digital untuk belajar dan mengembangkan diri
- Mencari solusi inovatif untuk masalah-masalah sosial melalui teknologi
Dampak Positif:
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis di era informasi
- Mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk hal-hal yang produktif
- Mencegah diri dari penipuan dan manipulasi digital
- Menciptakan inovasi dan solusi berbasis teknologi
- Menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab
5. Hikmah Beriman kepada Nabi dan Rasul
Hikmah dan Manfaat Beriman kepada Nabi dan Rasul
Beriman kepada nabi dan rasul memberikan banyak hikmah dan manfaat dalam kehidupan, di antaranya:
1. Mendapat Bimbingan Hidup
Ajaran para nabi dan rasul menjadi pedoman hidup yang mengarahkan manusia kepada kebaikan dan kebenaran. Dengan mengikuti ajaran mereka, kita mendapatkan petunjuk untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah Swt.
2. Memiliki Teladan yang Baik
Para nabi dan rasul adalah contoh teladan terbaik dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan meneladani sifat-sifat dan akhlak mereka, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
3. Memperkuat Keimanan
Mengenal kisah perjuangan para nabi dan rasul dalam menyebarkan ajaran Allah Swt. dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kita. Kesabaran dan keteguhan mereka dalam menghadapi berbagai cobaan menjadi inspirasi bagi kita.
4. Memahami Kesempurnaan Islam
Dengan beriman kepada seluruh nabi dan rasul, kita dapat memahami bahwa Islam adalah penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesempurnaan dan universalitas Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin.
5. Menumbuhkan Sikap Toleran
Beriman kepada seluruh nabi dan rasul tanpa membeda-bedakan mereka mengajarkan kita untuk bersikap toleran dan menghargai keragaman. Hal ini penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan pemeluk agama lain.
6. Memotivasi untuk Berbuat Baik
Kisah-kisah keberhasilan para nabi dan rasul dalam menghadapi tantangan dan menyebarkan kebaikan menjadi motivasi bagi kita untuk terus berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama, meskipun menghadapi berbagai rintangan.
6. Penerapan Sifat-sifat Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital
Tantangan dan Solusi Penerapan Sifat Rasul di Era Digital
| Sifat Rasul | Tantangan di Era Digital | Solusi Penerapan |
|---|---|---|
| Shiddiq (Jujur) |
|
|
| Amanah (Dapat Dipercaya) |
|
|
| Tabligh (Menyampaikan) |
|
|
| Fathanah (Cerdas) |
|
|
Dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan, generasi muda Muslim perlu meneladani sifat-sifat rasul dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan sifat-sifat tersebut sebagai pedoman, mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara positif dan bertanggung jawab.
Penerapan sifat-sifat rasul dalam kehidupan generasi digital tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi, generasi muda Muslim dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi semua pihak.
Evaluasi Pembelajaran
Ujian ini terdiri dari 25 soal yang dibagi menjadi 5 level. Setiap level berisi 5 pertanyaan. Sistem ujian menggunakan Multistage Adaptive Testing (MSAT), di mana kamu harus berhasil menyelesaikan satu level untuk melanjutkan ke level berikutnya.
Waktu pengerjaan: 60 menit
Selamat mengerjakan dan semoga sukses!
Level 1 - Soal 1/5
Hasil Ujian
Nama:
Kelas:
Level Tertinggi:
Jawaban Benar:
Jawaban Salah:
Nilai:
Dashboard Guru
Daftar Nilai Siswa
| No | Nama | Kelas | Level Tertinggi | Benar | Salah | Nilai | Detail |
|---|