PAI dan BP Kelas IX BAB 8
Tujuan Pembelajaran
✓ Mendeskripsikan pengertian seni islami
✓ Memahami dalil naqli tentang seni islami
✓ Mengidentifikasi ciri-ciri/kriteria seni islami
✓ Mengenal bentuk-bentuk ekspresi seni islami (nasid, qasidah, hadrah, dll)
✓ Mengenal para tokoh yang menggunakan seni sebagai media dakwah
✓ Menumbuhkan perilaku muslim terhadap seni yang sejalan dengan nilai-nilai Islam
Materi Pembelajaran
A. Pengertian Seni Islami
Seni islami adalah ekspresi keindahan yang dihasilkan oleh manusia yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seni islami merupakan manifestasi dari keindahan yang bersumber dari nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.
Dalam perspektif Islam, seni tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan. Seni islami memiliki tujuan untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT, menyebarkan ajaran Islam, dan memberikan manfaat bagi umat manusia.
Definisi Seni Islami Menurut Para Ahli:
Menurut Ismail Raji al-Faruqi, seni islami adalah seni yang mengekspresikan keindahan tentang alam sebagai ciptaan Allah dan kehidupan sebagai bagian dari ibadah kepada-Nya.
Menurut Seyyed Hossein Nasr, seni islami adalah seni yang mengungkapkan realitas spiritual dan mencerminkan prinsip-prinsip tauhid dalam bentuk visual atau auditori.
B. Dalil Naqli tentang Seni Islami
Islam tidak melarang seni secara mutlak, tetapi memberikan batasan-batasan agar seni tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Berikut beberapa dalil naqli yang berkaitan dengan seni dalam Islam:
1. Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." (HR. Muslim)
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl: 78)
"Katakanlah: 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?'" (QS. Al-A'raf: 32)
2. Hadis:
"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." (HR. Muslim)
"Hiasilah bacaan Al-Qur'an dengan suaramu." (HR. Abu Dawud)
"Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: 'Rasulullah SAW pernah masuk ke rumahku ketika ada dua orang gadis yang sedang menyanyikan lagu-lagu pada hari raya. Beliau berbaring di atas tempat tidur dan memalingkan wajahnya. Kemudian Abu Bakar masuk dan memarahi aku dengan berkata: 'Seruling setan di rumah Rasulullah?' Maka Rasulullah SAW menghadapkan wajahnya kepadanya dan berkata: 'Biarkanlah mereka, wahai Abu Bakar. Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
C. Ciri-ciri/Kriteria Seni Islami
Seni islami memiliki karakteristik dan kriteria tertentu yang membedakannya dari seni pada umumnya. Berikut adalah ciri-ciri atau kriteria seni islami:
1. Tauhid (Ketauhidan)
Seni islami harus mencerminkan nilai-nilai tauhid dan tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan akidah Islam, seperti syirik atau kufur. Seni islami harus mengarahkan manusia untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.
2. Akhlak (Etika)
Seni islami harus sejalan dengan nilai-nilai akhlak mulia dan tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan moral Islam, seperti pornografi, kekerasan, atau penghinaan terhadap agama dan manusia.
3. Manfaat (Utilitas)
Seni islami harus memberikan manfaat bagi manusia, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial. Seni islami tidak boleh hanya sekadar hiburan yang sia-sia atau bahkan membawa kemudharatan.
4. Keseimbangan (Tawazun)
Seni islami harus mencerminkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual, antara bentuk dan makna, serta antara keindahan dan kebenaran.
5. Abstraksi dan Stilisasi
Seni islami cenderung menghindari penggambaran makhluk hidup secara realistis, terutama dalam seni rupa. Sebagai gantinya, seni islami lebih menekankan pada abstraksi, stilisasi, dan pola-pola geometris.
6. Universalitas
Seni islami bersifat universal dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, tidak terbatas pada kelompok atau golongan tertentu. Seni islami menyampaikan pesan-pesan universal tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
D. Bentuk-bentuk Ekspresi Seni Islami
Seni islami memiliki berbagai bentuk ekspresi yang telah berkembang sepanjang sejarah peradaban Islam. Berikut adalah beberapa bentuk ekspresi seni islami:
1. Seni Musik dan Vokal
- Nasid: Nyanyian islami yang berisi pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta nasihat-nasihat kebaikan. Nasid biasanya dinyanyikan tanpa menggunakan alat musik atau hanya diiringi oleh alat musik perkusi sederhana.
- Qasidah: Seni musik islami yang berisi syair-syair religius yang dinyanyikan dengan iringan rebana atau alat musik lainnya. Qasidah biasanya berisi pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan nasihat-nasihat kebaikan.
- Hadrah: Seni musik islami yang menggabungkan nyanyian shalawat dengan iringan rebana. Hadrah biasanya dilakukan secara berkelompok dan sering kali disertai dengan gerakan-gerakan tertentu.
- Mawlid: Nyanyian yang berisi kisah kelahiran dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Mawlid biasanya dibawakan pada peringatan Maulid Nabi atau acara-acara keagamaan lainnya.
- Samrah: Seni musik tradisional islami yang berkembang di beberapa daerah di Indonesia, seperti Betawi dan Banten. Samrah biasanya menggabungkan nyanyian islami dengan tarian dan permainan alat musik tradisional.
2. Seni Rupa
- Kaligrafi: Seni menulis indah huruf-huruf Arab yang biasanya berisi ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, atau kata-kata hikmah. Kaligrafi merupakan salah satu bentuk seni rupa islami yang paling menonjol dan berkembang pesat di dunia Islam.
- Arabesque: Seni dekoratif islami yang terdiri dari pola-pola geometris dan tumbuhan yang saling terkait dan berulang. Arabesque sering digunakan untuk menghiasi masjid, istana, dan bangunan-bangunan islami lainnya.
- Miniatur: Lukisan kecil yang menggambarkan adegan-adegan dari kisah-kisah islami, seperti Isra' Mi'raj, kisah para nabi, atau peristiwa-peristiwa sejarah Islam. Miniatur berkembang terutama di Persia dan Turki.
- Seni Ukir: Seni mengukir kayu, batu, atau logam dengan motif-motif islami, seperti kaligrafi, arabesque, atau motif-motif geometris lainnya. Seni ukir islami banyak digunakan untuk menghiasi mimbar masjid, pintu, jendela, dan perabotan.
3. Seni Arsitektur
- Masjid: Bangunan tempat ibadah umat Islam yang memiliki ciri khas arsitektur islami, seperti kubah, menara (minaret), mihrab, dan ornamen-ornamen islami.
- Madrasah: Bangunan tempat pendidikan Islam yang juga memiliki ciri khas arsitektur islami, seperti halaman tengah (sahn), iwan (ruang beratap yang terbuka di satu sisi), dan ornamen-ornamen islami.
- Istana: Bangunan tempat tinggal penguasa Muslim yang juga menampilkan ciri khas arsitektur islami, seperti taman-taman (riyad), air mancur, dan ornamen-ornamen islami.
4. Seni Sastra
- Puisi: Karya sastra yang berisi ungkapan perasaan, pemikiran, dan pengalaman spiritual yang ditulis dengan bahasa yang indah dan berirama. Puisi islami sering kali berisi pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan nasihat-nasihat kebaikan.
- Prosa: Karya sastra yang berisi cerita, kisah, atau pemikiran yang ditulis dalam bentuk narasi. Prosa islami sering kali berisi kisah-kisah para nabi, sahabat, atau tokoh-tokoh Islam lainnya, serta pemikiran-pemikiran tentang ajaran Islam.
- Hikayat: Cerita rakyat atau legenda yang mengandung nilai-nilai islami dan biasanya disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi.
Contoh Bentuk Ekspresi Seni Islami di Indonesia:
- Rebana: Alat musik perkusi tradisional yang sering digunakan dalam seni musik islami di Indonesia, seperti qasidah dan hadrah.
- Gambus: Alat musik petik tradisional yang berasal dari Timur Tengah dan berkembang di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Arab-Indonesia dan Melayu.
- Marawis: Seni musik islami yang menggabungkan nyanyian shalawat dengan iringan alat musik perkusi, seperti rebana, dumbuk, dan tam-tam. Marawis berkembang terutama di kalangan masyarakat Betawi dan Banten.
- Tari Saman: Tarian tradisional dari Aceh yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan nasihat-nasihat kebaikan. Tari Saman dilakukan secara berkelompok dengan gerakan-gerakan yang terkoordinasi dan diiringi oleh nyanyian islami.
- Wayang Sadat: Pertunjukan wayang yang mengangkat kisah-kisah islami dan nilai-nilai ajaran Islam. Wayang Sadat merupakan adaptasi dari wayang kulit tradisional Jawa yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.
E. Para Tokoh yang Menggunakan Seni sebagai Media Dakwah
Sepanjang sejarah Islam, banyak tokoh yang telah menggunakan seni sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai kebaikan. Berikut adalah beberapa tokoh yang terkenal menggunakan seni sebagai media dakwah:
1. Wali Songo
Wali Songo adalah sembilan ulama yang menyebarkan Islam di tanah Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. Mereka menggunakan berbagai bentuk seni sebagai media dakwah, seperti wayang, gamelan, tembang (lagu), dan sastra. Beberapa di antara mereka yang terkenal menggunakan seni sebagai media dakwah adalah:
- Sunan Kalijaga: Menggunakan wayang kulit dan gamelan untuk menyebarkan ajaran Islam. Beliau menciptakan lakon-lakon wayang yang mengandung nilai-nilai Islam dan mengubah beberapa unsur wayang agar sesuai dengan ajaran Islam.
- Sunan Bonang: Menggunakan musik dan tembang (lagu) untuk menyebarkan ajaran Islam. Beliau menciptakan tembang-tembang Jawa yang berisi ajaran Islam, seperti Tombo Ati.
- Sunan Drajat: Menggunakan seni ukir dan arsitektur untuk menyebarkan ajaran Islam. Beliau membangun masjid dengan arsitektur yang memadukan unsur-unsur Jawa dan Islam.
- Sunan Kudus: Menggunakan arsitektur dan seni ukir untuk menyebarkan ajaran Islam. Masjid Menara Kudus yang beliau bangun memadukan unsur-unsur Hindu-Jawa dan Islam.
2. Tokoh Kontemporer
Di era modern, banyak tokoh yang menggunakan seni sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai kebaikan. Beberapa di antaranya adalah:
- KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Menggunakan sastra, humor, dan berbagai bentuk seni budaya untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan toleran.
- Emha Ainun Nadjib (Cak Nun): Menggunakan puisi, musik, dan diskusi budaya untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan. Beliau bersama kelompok musik Kiai Kanjeng sering menggelar pertunjukan musik islami yang menggabungkan berbagai genre musik.
- Rhoma Irama: Menggunakan musik dangdut untuk menyebarkan ajaran Islam. Lagu-lagu dangdut yang beliau ciptakan banyak yang berisi pesan-pesan islami dan nasihat-nasihat kebaikan.
- Ustadz Jefri Al Buchori (Uje): Menggunakan musik dan lagu untuk menyebarkan ajaran Islam. Beliau menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu religi yang berisi pesan-pesan islami.
- Nissa Sabyan: Menggunakan musik dan lagu untuk menyebarkan shalawat dan pesan-pesan islami. Grup musik Sabyan Gambus yang dipimpin oleh Nissa Sabyan telah berhasil mempopulerkan shalawat dan lagu-lagu islami di kalangan generasi muda.
3. Tokoh Internasional
Di tingkat internasional, juga terdapat banyak tokoh yang menggunakan seni sebagai media dakwah. Beberapa di antaranya adalah:
- Sami Yusuf: Penyanyi dan musisi asal Inggris yang menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu islami dalam berbagai bahasa. Lagu-lagu Sami Yusuf banyak yang berisi pesan-pesan islami dan nilai-nilai kemanusiaan.
- Maher Zain: Penyanyi dan musisi asal Swedia yang menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu islami dalam berbagai bahasa. Lagu-lagu Maher Zain banyak yang berisi pesan-pesan islami dan nilai-nilai kebaikan.
- Yusuf Islam (Cat Stevens): Penyanyi dan musisi asal Inggris yang beralih ke musik islami setelah memeluk Islam. Beliau menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu islami yang berisi pesan-pesan spiritual dan nilai-nilai kebaikan.
- Khaled Siddiq: Filmmaker dan content creator asal Inggris yang menggunakan film dan video untuk menyebarkan pesan-pesan islami dan nilai-nilai kebaikan.
F. Perilaku Muslim terhadap Seni yang Sejalan dengan Nilai-nilai Islam
Sebagai seorang muslim, kita perlu memiliki sikap dan perilaku yang tepat terhadap seni agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Berikut adalah beberapa perilaku muslim terhadap seni yang sejalan dengan nilai-nilai Islam:
1. Memahami Batasan-batasan Seni dalam Islam
Seorang muslim perlu memahami batasan-batasan seni dalam Islam, yaitu seni yang tidak bertentangan dengan akidah, syariah, dan akhlak Islam. Seni yang mengandung unsur-unsur yang dilarang dalam Islam, seperti pornografi, kemusyrikan, atau penghinaan terhadap agama dan manusia, harus dihindari.
2. Mengapresiasi Seni Islami
Seorang muslim perlu mengapresiasi seni islami sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan cara mempelajari, menikmati, dan mendukung berbagai bentuk seni islami, seperti kaligrafi, arsitektur masjid, musik islami, dan sastra islami.
3. Mengembangkan Kreativitas dalam Seni Islami
Seorang muslim perlu mengembangkan kreativitas dalam seni islami sebagai bentuk ibadah dan dakwah. Kreativitas ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk seni, seperti musik, lukisan, kaligrafi, arsitektur, atau sastra, yang mengandung nilai-nilai Islam dan memberikan manfaat bagi umat manusia.
4. Menggunakan Seni sebagai Media Dakwah
Seorang muslim dapat menggunakan seni sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai kebaikan. Seni dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang menarik dan mudah diterima oleh masyarakat.
5. Bersikap Kritis terhadap Seni
Seorang muslim perlu bersikap kritis terhadap seni, yaitu mampu membedakan antara seni yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan seni yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sikap kritis ini penting untuk menjaga diri dari pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin terkandung dalam karya seni.
6. Menghargai Keberagaman Seni
Seorang muslim perlu menghargai keberagaman seni sebagai bagian dari keberagaman budaya manusia. Islam mengajarkan untuk menghargai perbedaan dan keberagaman selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam.
Kesimpulan:
Seni islami merupakan ekspresi keindahan yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seni islami memiliki berbagai bentuk ekspresi, seperti musik, rupa, arsitektur, dan sastra, yang telah berkembang sepanjang sejarah peradaban Islam. Banyak tokoh yang telah menggunakan seni sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam dan nilai-nilai kebaikan. Sebagai seorang muslim, kita perlu memiliki sikap dan perilaku yang tepat terhadap seni agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Evaluasi Pembelajaran
Selamat datang di evaluasi pembelajaran PAI dan BP Kelas IX BAB 8. Evaluasi ini terdiri dari 25 soal yang dibagi menjadi 5 level, masing-masing level berisi 5 pertanyaan.
Waktu pengerjaan: 60 menit
Sistem evaluasi menggunakan Multistage Adaptive Testing (MSAT). Jika gagal pada level tertentu, Anda harus kembali ke level sebelumnya.
Level 1 - Soal 1/5
Hasil Evaluasi
Nama:
Kelas:
Level Tertinggi:
Nilai:
Jawaban Benar:
Jawaban Salah:
Tentang Aplikasi
PAI dan BP Kelas IX BAB 8
Media Pembelajaran Interaktif untuk Mata Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti
Pembuat Media
Nama: Asep Saefullah
Jabatan: Guru PAI SMP Kab Bekasi
WhatsApp: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Tentang Aplikasi
Aplikasi ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa kelas IX dalam memahami materi tentang seni islami.
Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur evaluasi menggunakan sistem Multistage Adaptive Testing (MSAT) yang memungkinkan siswa untuk menguji pemahaman mereka secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka.
Panel Guru
Daftar Nilai Siswa
Daftar Nilai Siswa - PAI dan BP Kelas IX BAB 8
| No | Nama | Kelas | Level Tertinggi | Jawaban Benar | Jawaban Salah | Nilai | Detail |
|---|